BLOG

Impiannya selalu Tinggi

Ini adalah tulisan istri saya, saya masukkan dalam blog ini supaya saya selalu termotivasi. Tulisan ini juga mengingatkan saya, bahwa ada orang-orang yang selalu mendukung saya setiap saat, setiap waktu. Terima kasih istriku, benar adanya Tuhan memilihkanmu untukku. I love u.

Oleh: Istikumayati

Mengejar impian itu tidak gampang. Kalau cuma ngomong, nulis tentang cara/motivas untuk meraih mimpi mungkin mudah. Tapi menjaninya SUEERR susah banget.

Dulu, aku hidup hanya mengalir aja. Ngikuti apa maunya takdir. Untungnya secara ngga sadar aku memiliki mimpi-mimpi kecil. Dan dengan usaha dan doa, Allah mengabulkannya.

Tak pernah dan tak berani aku bermimpi tinggi-tinggi. Kata kebanyakan orang, “Awas ntar jatuhnya sakit banget”. Maka, aku hanya berani bermimpi kecil-kecilan. Dan ternyata, setelah aku tengok ke belakang, mimpi yang kecil itu ternyata mempengaruhi usaha dan doaku. Usahaku hanya kecil, tidak maksimal. Begitu pun doa yang kupanjatkan, pun kurang serius dan sekedarnya. Malah sering lupa berdoa setelah sholat. Ya, ternyata besarnya impian, mempengaruhi besarnya usaha dan doa kita. Andai saja, mimpi saya dulu besar ya, hehe…. seperti impian suamiku.

Suamiku, semenjak resign tahun 2010, memiliki impian besar, yaitu menjadi trainer/pembicara nasional di tahun 2012. Kala itu, impian tersebut kupikir terlalu besar baginya. Mengingat selama ini dia hanyalah pegawai biasa yang kadang diundang oleh remas atau rohis SMA-Kampus. Namun dia bersikukuh memegang impiannya, dan berjuang untuk mewujudkannya. Dan ternyata perjuangannya selama 2 tahun pun terwujud. Bukunya diterbitkan oleh penerbit nasional terbesar di Indonesia, dan dirinya diundang menjadi pembicara di berbagai kota. Kini, dia dikenal sebagai pakar slide. Bahkan sudah diundang berbagai perusahaan untuk memberikan presentasi tentang slide presentation, antara lain Astra, PTPN, Sampoerna, Unilever dan Sarihusada Jakarta.

Mendampingi suami yang senantiasa punya mimpi besar bukan pula hal mudah. Ketika tahun 2012 kemarin impiannya terwujud. Ternyata dia tidak lekas berhenti dan puas, malah dia membuat lagi impian yang lebih besar.

Aku selama 2 tahun melihatnya berjuang untuk mewujudkan impiannya. Aku melihat dan merasakan sendiri, betapa berat jalannya. Bahkan sering kali aku meneteskan air mata, melihat perjuangan suamiku. Rasanya tak tega melihatnya berusah payah seperti itu. Pernah sekali, aku memintanya berhenti. Menerima keadaan yang ada, memintanya mundur. Ini kulakukan karena aku tidak tahan melihatnya berjuang demikian. Namun kini aku menilai saat itu diriku hanya kurang bersabar saja. Sungguh aku merasa bersalah telah berbuat demikian. Meski hanya sekali, aku tahu itu akan mengurangi semangat suamiku. Dan aku berjanji untuk terus mendukung suamiku meraih impiannya.

Apa impian suamiku selanjutnya?

Setelah menjadi trainer/pembicara nasional di tahun 2012, kini dia melambungkan mimpinya lebih tinggi. Di tahun 2015, dia ingin menjadi pembicara tingkat dunia. W O W !! Aku hanya melongo mendengarnya. Lalu suamiku menambahkan, impianku di tahun 2020 adalah menginspirasi 4 juta orang, sejuta di antaranya terlepas dari rantai kemiskinan. Mataku membelalak seakan mau keluar.

Kini aku tak mau menjadi penghalang jalannya, meski hanya kerikil kecil. Aku berjanji akan menemaninya melalui jalan itu. Jika aku mampu, aku akan membersihkan kotoran yang ada, sehingga perjalanannya menjadi mudah.

Suamiku, I proud of you. Terus berjuang, raih impianmu.

Aishiteru

Istikumayati (istikuma.wordpress.com)

muhammad assad utk amazing slide presentation karya pakar slide dhony firmansyah

 

TAGS > , , , , , , , , , , , ,

Post a comment