BLOG

Hari Spesial Nada Kumiko

Hari ini, 21 Mei 2012, tepat 4 tahun yang lalu, putri saya Nada Kumiko lahir di dunia. Masih terbayang bagaimana tangisnya membelah malam. Tepat jam 01.30 WIB, Nada Kumiko menapaki hidup di dunia. Inilah salah satu sebab saya dan istri memberinya nama Nada, dalam bahasa Arab Nada berarti embun. Nada lahir menjelang sepertiga malam terakhir, dimana embun bermunculan menghiasi malam.

Kumiko adalah nama tengahnya, dalam bahasa Jepang berarti anak wanita yang kecantikannya abadi. inilah harapan saya dan istri untuknya. Nada menjadi wanita yang cantiknya abadi, baik luar maupun hatinya. Sekaligus seperti embun yang menjadi penyejuk keluarga. Kami sekeluarga memutuskan untuk ke kolam renang yang berjarak sekitar 4 kilometer dari rumah.

Hari masih sangat pagi, sekitar jam setengah delapan kami sudah sampai disana. tak satupun pengunjung hadir. Mungkin karena terlalu pagi. Akhirnya kami sekeluarga sendiri-lah yang berada di kolam tersebut. Ibarat menyewa sebuah kolam renang. Istri saya, Nada Kumiko dan Isam tampak sangat gembira. Terlihat wajah ceria yang penuh bahagia. Iya, kebahagiaan tidak harus ditebus dengan rupiah yang mahal. Justru dengan kebersamaan dengan keluarga, di acara yang sederhana pun kebahagiaan bisa didapat.

Saya mendapat banyak pelajaran hari ini. Pelajaran pertama adalah kebahagiaan yang didapat ketika kita sekeluarga sedang bersama. Alangkah bahagianya kita, yang dikaruniai putra dan putri, dimana masih banyak pasangan suami istri yang berharap punya momongan. Alangkah gembiranya kita yang mempunyai istri, dimana masih banyak lelaki yang sulit untuk menemukan jodoh. Ataupun sudah menikah, namun ikatan perkawinannya tidak bertahan lama. Betapa bahagianya kita, yang memiliki suami. Dimana banyak istri yang ditinggal pergi suami untuk selamanya di usia muda. Banyak pula istri yang dikecewakan oleh pasangannya, karena memilih bersama wanita lain.

Pelajaran kedua adalah mensyukuri apa yang sudah kita dapat. Banyak diantara kita yang fokus untuk mengejar apa-apa yang belum dimiliki, namun lupa mengoptimalkan apa-apa yang sudah diperoleh. Padahal mensyukuri yang kita miliki adalah salah satu syarat supaya nikmat kita ditambah. Di hari ulang tahun putri saya, Nada Kumiko saya peluk dirinya, saya kecup keningnya, dan di waktu sholat saya mendoakannya untuk menjadi putri yang sholihah.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , ,

Post a comment