Hanabi, Seni dan Visual

Selama musim panas, semua kota di Jepang menyelenggarakan Hanabi atau festival kembang api. Festival ini menampilkan pertunjukan kembang api yang sangat indah. Jika tiba waktunya sebuah kota terjadwal festival ini, ribuan orang datang berduyun-duyun menyaksikannya, sebagian besar memakai kimono dan yukata (pakaian tradisional Jepang). Termasuk saya dan keluarga. 2 Agustus lalu, festival hanabi diadakan di kota Higashi Okazaki, tepatnya di kuil Higashi Okazaki, mulai jam 19 hingga 21 malam. Terus terang saya penasaran dan ingin menyaksikan langsung bersama keluarga. Simpulannya selain memberi saya banyak inspirasi tentang slide presentasi, hanabi, seni dan visual yang luar biasa.

Apa saja inspirasi yang saya dapatkan dari hanabi? Berikut penjelasan saya:

1. Tampilan terbaik butuh proses yang panjang.

Di setiap hanabi, ada ribuan kembang api yang dinyalakan secara berkesinambungan. Dengan berbagai bentuk, warna dan tampilan. Saya yakin, untuk memberikan yang terbaik bagi penonton, hanabi dipersiapkan dalam waktu yang panjang dan biaya yang tidak sedikit, melibatkan banyak unsur mulai dari desainer kembang api, polisi hingga pemadam kebakaran. Padahal waktu pertunjukan di setiap kota hanya dua jam. Meski singkat, namun persiapan yang maksimal menjadikan festival ini sangat berkesan bagi penduduk Jepang. Sama dengan presentasi Anda, mungkin penampilan presentasi Anda hanya kurang dari 2 jam, namun persiapan yang panjang dan matang bisa menjamin presentasi Anda berkesan. Dan kesan itu akan melekat dalam jauh lebih lama dari waktu persiapan presentasi Anda. Ini yang penting bukan.

2. Sentuhan seni sangat penting untuk visual yang amazing.

Hanabi, seni dan visual yang luar biasa. Festiva hanabi bukan sekedar pertunjukan kembang api yang sekedar menyalakan percikan dar der dor lalu usai. Di balik tampilan kembang api hanabi, ada seni yang luar biasa. Di hanabi kemarin, saya melihat tampilan kembang api seperti gambar hati. Sebelumnya di Kota Tamagawa, ada kembang api yang mirip wajah Doraemon (tokoh animasi Jepang). Artinya, untuk mengejutkan audiens, memberikan kesan dan melekat, butuh seni menampilkan visual yang dalam dan tajam. Saat presentasi pun demikian, slide dengan seni yang tajam dan dalam, membantu melekatkan pesan Anda pada audiens.

3. Audiens melihat hasil, bukan proses.

Susah payahnya panitia, lamanya durasi persiapan, banyaknya biaya yang dikeluarkan, kita semua tahu, bahwa smua hal tersebut diperlukan untuk menampilkan pertunjukan kembang api hanabi yang memukau. Sayangnya, audiens tidak mempedulikan hal itu. Mereka datang untuk menyaksikan pertunjukan. Payah atau tidaknya panitia, secara kasar, mereka tidak peduli. Yang penting mereka datang, melihat pertunjukan yang wow, puas, pulang dan bercerita pada rekan-rekan yang lain tentang pengalamannya saat hanabi.

Sama dengan presentasi Anda. Anda capek atau tidak, audiens tidak peduli. Yang penting Anda menampilkan presentasi terbaik yang memuaskan audiens, oleh karena itu persiapkan presentasi Anda sesempurna mungkin dan jaga kondisi terbaik saat waktu presentasi tiba.

4. Tampilkan cerita dengan klimaks memukau.

Setiap pertunjukan kembang api di hanabi memiliki penggalan-penggalan segmen. Setiap pertunjukan berdurasi 2 hingga 3 menit. Setelah itu pertunjukan berhenti sesaat untuk membiarkan asap kembang api terdifusi di udara, sehingga langit kembali bersih dan pertunjukan lebih indah untuk dinikmati. Yang menarik, di setiap segmen pertunjukannya, panitia selalu menyiapkan klimaks kembang api yang memukau dan wow. Kembang api yang paling indah, paling meriah dan paling besar disiapkan untuk setiap akhir segmen. Ini yang membuat para penonton berdecak kagum dan bertepuk tangan di setiap akhir segmen. Ini video yang saya ambil di salah satu segmen:

Ini mengingatkan saya akan pesan seorang trainer yang juga guru saya, beliau mengatakan, “Dalam presentasi, selalu tampilkan cerita dengan klimaks memukau. Simpan yang paling berkesan di bagian akhir. Jika kita ingin audiens mengingat presentasi kita, pastikan klimaks kita tak terduga dan membuat mereka terpesona.

Menampilkan klimaks di bagian akhir presentasi bukan hal yang mudah, perlu skenario matang dan latihan yang kontinu. Oleh karena itu saya pun mengajak Anda untuk bersama belajar di workshop Design Your Presentation dan Amazing Slide Presentation, supaya bisa sama-sama mengasah keahlian presentasi kita. Ya, workshop yang saya sharing bukan sekedar public speaking, tapi benar-benar presentasi.

Nah, inilah inspirasi yang bisa saya sharing tentang hanabi, seni dan visual festival kembang api di Jepang. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam Amazing.

@DhonyFirmansyah, Pakar Slide.

One thought on “Hanabi, Seni dan Visual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISI DULU YA * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.