Doakan Aku Anakku

Doakan aku anakku. Saya termasuk orang yang suka mendengar cerita, apalagi dari orang terdekat saya. Istri dan kedua anak saya. Mendengarkan istri saya, rasanya lebih dari menonton serial J-Drama Doctor-X, asyik, susah untuk berhenti menyelami suasana. Sedangkan memperhatikan Mbak Kumiko dan Mas Naoki, seperti melihat Princess yang bercerita atau Kamen Rider yang sedang beraksi. Hehe..

Mendengarkan curhat keluarga, bagi saya wajib adanya. Curhat kepada anggota keluarga, bagi saya adalah bukti saling percaya dan saling terbuka. Suasana inilah yang ingin saya lalui bersama keluarga. Saya mengerti, tidak selamanya hidup itu smooth, nyaman dan landai. Namun kadangkala harus mendaki, berliku dan curam. Saat itu terjadi kita boleh mengeluh, berkeluh kesah atau curhat. Syaratnya, kita curhat pada orang yang tepat atau pada Dzat Yang Maha Menyelesaikan Masalah. Keluarga adalah salah satu tempat yang pas. Orang-orang hebat bukan berarti hidup mereka nyaman dan selalu enak, namun ketika berhadapan dengan masalah mereka tahu kemana harus berkeluh kesah. Bukan diobral di dunia maya, yang akhirnya mendapat beragam komentar tanpa jalan keluar.

Selain mendengar cerita satu sama lain, saya pun membiasakan bersama istri dan anak untuk sholat berjamaah bersama. Adem… nyaman… damai. Suasana inilah yang selalu saya dambakan. Setelah beribadah, saya pun seringkali sedikit bercerita pada Mbak Kumiko dan Mas Naoki tentang kondisi keluarga saat ini. Entah mereka mengerti atau tidak, saya hanya ingin melihat dari raut wajah Mbak Kumiko dan Mas Naoki kalauĀ  saya sayang dengan mereka berdua.

Mas Naoki, Mbak Kumiko… Abi sama Mama kan sekarang lagi bangun rumah. Bikin kamar untuk Mbak Kumiko dan Mas Naoki. Jadi rumahnya agak berantakan… banyak Pak Tukang.. Maafin Abi ya… kalau sepulang sekolah, Mas Naoki dan Mbak Kumiko belum bisa istirahat dengan nyaman, soalnya banyak bahan bangunan. Tapi nanti kalau kamar sudah jadi dan lantai dua sudah selesai dibangun, pasti akan bagus. Ga apa-apa ya…

Kedua anak saya pun mengangguk. “Doakan aku anakku. Doakan Abi dan Mama, supaya terus sehat, rezekinya lancar. Doa sama Allah supaya kita semua bisa ke Mekkah bareng-bareng.” Tanpa diduga Mbak Kumiko langsung mengangkat tangannya dan berdoa. Tidak keras…namun saya mengerti, dia berdoa untuk saya dan Mama-nya. Dirinya sangat sayang pada kedua orang tuanya. Sedangkan Mas Naoki yang masih kecil.. cuma angguk-angguk kepala dengan lucunya hehe…

Malam ini Mbak Kumiko mendekat pada saya dan berkata, “Abi… sebelum Abi minta tolong aku untuk berdoa sama Allah, tadi siang aku di sekolah dikasih pertanyaan oleh Ustadzah.”

Apa pertanyaannya Mbak.”

Pertanyaannya aku disuruh nulis.. Buatlah doa tentang yang kau inginkan pada Allah.”

Lalu Mbak Kumiko nulis apa..”

Aku nulis, Ya Allah…, aku berdoa kepadaMu supaya aku, orang tuaku dan adikku (Mas Naoki) supaya sehat dan rezekinya lancar.”

Aamiin… Ya Allah, doanya sama persis seperti apa yang saya katakan tadi. Saya pun memeluk Mbak Kumiko dan mengucap terima kasih.

Saya termasuk percaya bahwa anak-anak yang belum baligh masih suci dari dosa. Sehingga apa-apa yang mereka katakan dan pelajari langsung dibimbing oleh para malaikat. Doa mereka tembus ke langit dan langsung dikabulkan oleh Allah.

Terima kasih anakku… tanpa aku minta pun, kau telah mendoakanku.

Doakan aku anakku…

Doakan juga Mama…

Doakan kita semua bisa bersatu di surga kelak.

Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISI DULU YA * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.