BLOG

Desain Slide Presentasi – Mahalnya Font

Sewaktu saya mengatakan bahwa ada peserta workshop desain slide presentasi Amazing Slide Presentation yang mendapat hadiah font (paket huruf) senilai $35 hampir semua peserta yang lain kaget. “Lho Pak, kok font mahal banget? Kan banyak di internet yang gratisan (free fonts)? Ngapain susah-suah beli font yang mahal?” Saya pun tersenyum dan hanya mengatakan, “Ya.. cobalah kita hargai hak cipta dan desain orang lain. Sama seperti desain powerpoint yang Bapak bikin. Kita kan tidak mau kalau desain slide presentasi yang kita buat susah payah tidak dihargai.” Peserta tersebut manggut-manggut dan tampak menyetujui pendapat saya.

Saya sangat menyadari negeri ini jauh dari penghargaan terhadap hak cipta. Bisa jadi ini akibat dari kemiskinan yang makin luas, sehingga masyarakat tidak mampu menjangkau harga yang tinggi atau dari aturan negara yang tidak jelas, sehingga hak cipta tidak terproteksi. Apapun itu, ini tidak menjadi pokok bahasan saya saat ini. Namun yang ingin saya ungkap adalah keberadaan desain font atau huruf yang ada di sekeliling kita. Ada ratusan ribu font yang bisa kita lihat di dunia maya. Namun ternyata dari beragamnya pilihan tersebut, ternyata ada font tertentu yang premium, berharga mahal dan bernilai tinggi. Namun ada pula font yang free atau gratis, yang bebas didownload dimanapun.

Helvetica misalnya. Saya sempat kaget, harga font family packnya bisa mencapai US$900 atau Rp. 9.000.000,- . Myriad Pro pun demikian, sedikit di bawahnya, antara US$500 hingga US$700, antara 5 juta hingga 7 juta rupiah. Sedangkan font-font lain di bawahnya, satu tipe font rata-rata US$35 hingga US$52. Wow, sedemikian mahalnya. Apa yang membedakan font yang free dengan yang berbayar? Semoga penjelasan di bawah ini bisa membantu Anda.

Font yang berbayar memiliki ciri khas sebagai berikut:

  1. Kualitasnya lebih baik dibanding yang free. Mulai dari kejelasan huruf, ketebalan dan lekukan yang halus. Font yang berbayar tentu berdampak pada tampilan dan desain. Apalagi ketika kita belajar powerpoint dan membuat desain slide presentasi.
  2. Font berbayar memiliki beragam jenis dan tipe. Sebagai contoh, Helvetica memiliki 6 varian, mulai dari Oblique, narrow, italic, bold dan sebagainya. Ini belum tentu dimiliki font yang free.
  3. Font berbayar tidak dimiliki oleh semua sistem operasi. Komputer Anda belum tentu memiliki font Melany Lane atau Semilla. Karena keduanya adalah font premium yang dijual US$ 29 per tipenya.
  4. Font berbayar juga aman dari tuntutan hak cipta jika kita gunakan dalam sebuah sistem operasi.

Sedangkan untuk free font, ciri khasnya sebagai berikut:

  1. Sebagian besar font gratis tidak memiliki semua karakter di keyboard. Siap-siap saja untuk mengganti karakter tersebut dengan font berbeda.
  2. Font gratis juga seringkali kurang konsisten dalam bentuk, ukuran, ketebalan dan lekukan.
  3. Font gratis bisa jadi adalah desain font premium dan dikopi sama persis dan dinamai font berbeda. Hati-hati dengan hak cipta.
  4. Font gratis minim ragam pilihan jenis font. Jika bold, ya bold saja. Jika standart ya standart saja.
  5. Kelebihan free font adalah harganya yang free atau tidak berbayar.

Nah, sekarang Anda bisa mengetahui bahwa tingginya nilai font awalnya adalah orisinilitas ide, dilanjutkan dengan detail bentuk, dan kelengkapan karakternya. Termasuk bagaimana seorang desainer font menentukan ragam tipe huruf tersebut. Usul saya, Anda boleh menggunakan free font jika Anda menggunakannya untuk kepentingan pribadi, desain yang tidak memerlukan detail yang tinggi dan tidak diperjualbelikan.

Sedangkan bagi Anda yang ingin menghadirkan karya dengan nilai jual tinggi, detail dan komersial, silakan menggunakan font berbayar karena font tersebut akan menjamin kualitas desain slide presentasi Anda.

Selamat bekerja.

Pelatihan Powerpoint “Amazing Slide Presentation” batch 5 di Jakarta

 

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

  • okasudit

    di situs tertentu ada yang membanderol sepaket font alias font family USD29….. tergolong murah tetapi harus beli online, jadi bagaimana caranya, karena gue hanya punya kartu debet dan orang tua gue masih ga percaya sistem belanja online?

    Reply

Post a comment