BLOG

Deliberate Practice

Hari ini saya mendapat inspirasi luar biasa dari Pak Jamil Azzaini, saya mempelajari pemahaman baru, bahwa deliberate practice (latihan berkelanjutan) itu berbeda dengan pengalaman atau jam terbang. Seringkali kita menganggap bahwa ketika kita sudah berpengalaman kerja lebih dari puluhan tahun, kita sudah melakukan deliberate practice puluhan tahun juga. Ini keliru.

Deliberate practice adalah latihan berkelanjutan, latihan dengan level, latihan dengan tantangan bertingkat. Misal, ketika Anda hari ini terbiasa presentasi di hadapan mahasiswa, tahun depan Anda sudah terbiasa presentasi di hadapan karyawan perusahaan. Tahun depannya lagi, Anda terbiasa presentadi di hadapan jajaran direksi. Nah, inilah yang disebut deliberate practice.

Sedangkan pengalaman, tidak selalu seiring dengan latihan berkelanjutan. Orang yang udah mengajar di sekolah lebih dari 15 tahun belum tentu memiliki deliberate practice lebih dari 15 tahun juga. Jika dirinya hanya mengajar siswa terus menerus, tanpa mengembangkan media, berupaya memperbaiki presentasi, mencoba tantangan seleksi beasiswa misalnya, maka dirinya belum melakukan deliberate practice. Yang dia lakukan hanya melakukan aktifitas yang sama selama setahun, dan diulang-ulang selama 14 tahun.

Nah, tahukah Anda bahwa orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang selalu meningkatkan deliberate practice-nya. Selalu merasa tak puas dengan keahliannya. Terus-menerus berlatih, berusaha, evaluasi diri dan belajar. Inilah yang bisa meningkatkan skill sekaligus melejitkan karir dan penghasilan Anda. Nah, jika Anda merasa karir kita stagnan, tak berkembang, gaji tak kunjung naik, mungkin kita belum melakukan deliberate practice.

Salam Amazing.

TAGS > , , , , ,

Post a comment