Ciri Produk Wajib Kaizen

Kaizen atau continuous improvement seringkali identik dengan pengembangan skill, keahlian atau pribadi manusia. Padahal kaizen bersifat umum. Siapapun atau apapun bisa di-kaizen-kan. Seorang pendidik, bisa mengembangkan cara mengajar maupun media pembelajaran. Seorang karyawan bisa melakukan kaizen dengan berinovasi dalam cara kerja maupun alat-alat yang menunjang pekerjaannya. Demikian pula seorang pengusaha, bisa melakukan kaizen untuk proses bisnis maupun produknya.

Nah, bicara tentang produk, 6-7 Juni kemarin di Amaris Tendean Jakarta berlangsung workshop Amazing Slide Presentation batch 23, dengan format baru. Saya dan tim Kreasi Presentasi melakukan kaizen dengan mengubah format pelatihan. Pertama, menjadi kelas kecil dengan materi terbaru. Kedua, para peserta menginap di hotel tempat training berlangsung. Dan ketiga, ada forum sharing session dan konsultasi. 3 hal ini merupakan hasil evaluasi dan diskusi panjang dengan harapan bisa meningkatkan kualitas pelatihan publik Amazing Slide.

Saya dan peserta Amazing Slide Presentation batch 23.

Jika Anda seorang pengusaha atau sedang berwira usaha, dan merasa merasa produk Anda menurun dari segi kualitas maupun pemasaran, mungkin Anda perlu melakukan kaizen dengan segera. Bisa dengan ganti logo, kemasan, komposisi, jenis dan sebagainya. Seperti apa kaizen dalam produk? Berikut ciri produk wajib kaizen:

1. Produk Anda merupakan produk “tua”

Ciri produk wajib kaizen yang pertama adalah produk “tua”. Kaizen dalam produk mutlak dilakukan jika produk kita merupakan produk “tua”. Tua disini bisa bermakna sudah berusia lebih dari beberapa tahun (bisasanya produk berupa barang berusia antara 4 hingga 5 tahun). Tua juga bisa bermakna produk Anda sudah banyak dikenal dan jadi bahan perbincangan. Saya berada di dalam bisnis pelatihan. Salah satu produk yang cepat “tua” adalah produk seminar dengan peserta ratusan orang. Produk semacam ini umurnya singkat. Jika tidak diimbangi dengan inovasi dan kaizen, peminat akan cepat turun dan susah memperoleh peserta.

Seminar adalah produk yang cepat laku, namun juga cepat “tua”

2. Produk Anda sudah banyak pesaingnya

Dulu, mungkin Aqua adalah pemain tunggal dalam bisnis air minum kemasan. Namun sekarang banyak yang berbisnis di jalur yang sama. Kaizen dalam produk seperti Aqua yang memiliki banyak kompetitor mutlak dilakukan. Sebagai contoh, Aqua memunculkan merk baru Mizone, yang juga air dalam kemasan dengan rasa-rasa, yang sampai sekarang belum mampu diikuti kompetitornya. Ini membuat posisi produsen Aqua tetap di atas produk lainnya hingga artikel ini saya tulis.

Produsen Aqua mengeluarkan Mizone untuk mengatasi banyaknya kompetitor air air mineral.

3. Produk Anda sudah bagus tapi ingin tetap inovatif

Inilah yang membuat saya mendesain kaizen dalam produk Amazing Slide Presentation (ASP). Sebagai produk unggulan, ASP sudah dipercaya ribuan orang sebagai pelatihan slide pertama dan terbaik di Indonesia. Saya dan tim ingin predikat tersebut tetap melekat dalam ASP. Pelathan yang inovatif dan kreatif. Karena itulah kaizen saya terapkan juga di dalamnya. Seri pelatihan Amazing Slide juga telah me-launch produk baru yaitu Pelatihan Infografis dan Visual Marketing, Amazing Slide MiniMAX (ASM).

4. Produk Anda “gagal”

Ciri produk wajib kaizen yang terakhir adalah produk “gagal”. Sebenarnya tidak ada yang disebut produk “gagal”, karena setiap produk sebenarnya bisa dijual, tergantung segmentasi dan cara menjualnya. Produk “gagal” terjadi karena minimnya peminat, diantaranya akibat salahnya memetakan pasar, kesalahan proses produksi ataupun kelalaian manajemen.  Setiap produk yang dianggap kurang berhasil, layak dilakukan evaluasi dulu, baru diterapkan kaizen di dalamnya.

Inilah 4 ciri produk wajib kaizen yang saya rangkum dari berbagai sumber, semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam Amazing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISI DULU YA * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.