BLOG

Carilah Nafkah lalu Menikahlah

Anda pernah jatuh cinta? Saya yakin setiap manusia di dunia pasti pernah merasakannya. Demikian juga saya. Dalam tulisan ini saya akan sedikit curcol tentang istri saya dan mengapa saya memilihnya. Salah satu alasannya adalah di saat saya mengungkapkan rasa hati ini padanya, satu jawaban darinya yang sampai sekarang masih saya ingat, “Mas, kalau Mas memang benar-benar mencintaiku, nikahi aku. Silakan datang kepada kedua orang tuaku, mintalah pada keduanya.” Kata-katanya begitu tegas, mantab dan tak bertele-tele. Memang saya mendambakan istri yang mampu menyokong kesuksesan saya, dan mendengar jawabannya, hati ini kian mantab memilihnya. Saya memang bukan pria yang setuju dengan pola kenalan-pacaran-menikah. Namun pola saya adalah kenalan-menikah-baru pacaran. 

Pak Dhony, kok polanya begitu, Kenalan-Menikah-Pacaran, apa ga takut seperti beli kucing dalam karung? Saya termasuk orang dengan pengetahuan yang terbatas tentang agama, namun saya tahu bahwa agama manapun memerintahkan supaya kita memilih pasangan hidup sebaik mungkin. Salah satunya bisa dilihat dari keinginannya untuk menyegerakan pernikahan.

Bagi saya, seorang laki-laki yang baik adalah orang yang mengawali masa dewasanya dengan memperkuat nafkah yang halal, baru kemudian melamar dan menikah. Bukan terburu-buru mencari pasangan hidup dengan berpacaran, namun ketika diminta untuk segera menikah, kebingungan karena tidak mampu mencari nafkah.

Sedangkan bagi saya, seorang wanita yang baik adalah seseorang yang menjaga dirinya. Jika ada seorang lelaki yang menyukainya, maka dia akan meminta lelaki tersebut segera meminang dan menikahinya. Seperti kata Mery Riana, cinta itu omong kosong ketika tidak diungkapkan dan dibuktikan. Nah, jangan sampai kita hanya bisa omong doang tanpa bukti. Ngomong cinta hanya basa-basi. Nah, bukti cinta adalah dengan menyegerakan menikah karena dengan menikah harga diri laki-laki dan wanita akan kian terjaga.

Bagi Anda yang sudah siap nafkah, maka segera menikahlah. banyak lho lawan jenis yang menanti. Namun jangan mengharapkan lawan jenis yang sempurna, ganteng, cantik, kaya, sukses, walah…., itu mah atribut. Yang paling penting itu keyakinan Anda dan dia sama, dia mampu mengerti, siap menyokong kesuksesan Anda. Selain itu, saya yakin di dunia ini tidak ada lelaki atau wanita yang sempurna. Setiap orang punya plus minus masing-masing, dan memang itulah fungsi suami istri, saling melengkapi kekurangan serta mendukung kelebihan.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment