BLOG

Cara Mudah Menyusun Materi Presentasi Sistematis

Kali ini saya sedang berada di Jakarta untuk Workshop Slide Presentasi Profesional, Amazing Slide Presentation batch-47 yang diadakan di Hotel Amaris Tendean, 8 – 9 September 2018. Salah satu materi yang saya sampaikan dan dipraktikkan oleh para peserta adalah cara mudah menyusun materi presentasi sistematis. Teknik yang saya sharing ini akan sangat memudahkan Anda menyusun materi presentasi, berapapun singkat persiapan Anda dan berapapun lama durasi presentasi Anda.

Ada dua teknik dasar cara mudah menyusun materi presentasi sistematis yang saya rangkum dari 2 buku, yaitu Presentation Zen, karya Guru saya Garr Reynolds, dan Back of The Napkin karya Dan Roam. Lalu bagaimana cara mudah menyusun materi presentasi sistematis menurut 2 buku tersebut? Ada 2 teknik mudah menyusunnya:

1- Teknik 3W

Teknik 3W ini seringkali dilakukan oleh presenter yang ingin menyusun materi presentasi dengan cepat. Teknik 3W ini terdiri atas What, Why dan How.

WHAT (APA)

What, berisi tentang definisi sesuatu yang seringkali menjadi pertanyaan besar bagi audiens. Sebagai contoh, “apa sih sebenarnya infografis itu?”, maka jawabannya kurang lebih seperti ini, “infografis terdiri dari dua kata, yaitu informasi dan grafis. Informasi artinya data atau referensi yang memiliki sumber terpercaya, sedangkan grafis artinya gambar atau visual. Maka, infografis bermakna bentuk visual dari informasi. Contoh infografis misalnya, simbol toilet, interface smartphone yang menampilkan ikon atau rambu lalu lintas di jalan raya.”

WHY (MENGAPA)

Why berisi tentang alasan yang harus dijawab presenter tentang informasi dan kejadian menarik yang terjadi di sekitar. Contoh: “Mengapa saya harus belajar infografis?” Maka jawaban yang harus disampaikan seorang presenter merupakan alasan dari pertanyaan tersebut. Jawaban dari pertanyaan why harus logis, mudah dicerna dan memuaskan audiens. Jika pertanyaannya tentang, “mengapa saya harus belajar infografis?” maka kurang lebih jawabannya, “karena infografis mempermudah audiens memahami data dan informasi dengan tampilan yang sederhana dan menarik, dibandingkan dengan tampilan data konvensional saat ini. Sebagai contoh, rambu lalu lintas yang berupa gambar atau simbol jauh lebih efektif dan cepat memahamkan pengguna jalan dari pada berupa kalimat tertulis.

HOW (BAGAIMANA)

How berisi tentang langkah demi langkah, sebuah proses untuk menjawab Why. Misalnya, “Bagaimana cara supaya saya bisa membuat infografis?” Pertanyaan tersebut wajib dijawab dengan penjelasan proses yang berupa step by step. Misal jawabannya, “Untuk bisa membuat infografis ada 3 cara, yaitu pertama membaca buku referensi infografis terpercaya, sebagai contoh buku Amazing Slide Infographic. Kedua, mempraktikkan apa saja yang ada di dalam buku infografis, dan jika perlu mengikuti pelatihannya. Yang ketiga, terus berlatih dan menyempurnakan skill desain infografis.”

Nah itulah teknik pertama, cara mudah menyusun materi sistematis dalam waktu singkat. Sedangkan cara kedua yaitu teknik piramida akan kami jelaskan di paparan berikut:

2- Teknik piramida

MASALAH

Awal presentasi piramida dimulai dengan adanya masalah, adanya perbedaan atau gap antara harapan dan realita. Misalnya, di awal presentasi, seorang presenter menyampaikan data, bahwa lebih dari 80% balita di Indonesia sering menggunakan gadget dalam kehidupan sehari-hari. Padahal menurut riset, seorang anak baru mulai matang menggunakan gadget saat berusia 12 tahun. Ini sebuah masalah yang harus dipecahkan.

ANALISA

Untuk bagian analisa, seorang presenter mulai menyajikan data dan fakta tentang teknologi yang terus berkembang. Ternyata memang tidak mungkin menjauhkan anak-anak dari gadget, karena orang terdekat mereka, seperti orang tua sering menggunakan gadget di depan mereka. Selain itu, Kondisi anak-anak yang ada di berbagai lingkungan, baik di rumah, sekolah maupun masyarakat saat ini tak bisa lepas dari gadget seperti smartphone. Apalagi saat ini komunikasi adalah sebuah kebutuhan mutlak. Oleh karena itu solusi terbaik bukan menyingkirkan gadget tapi mengatur penggunaan gadget pada anak, sekaligus menyiapkan mereka supaya matang dalam menggunakan gadget saat berusia 12 tahun.

SOLUSI

Pada sesi solusi, presenter memberikan alternatif jalan keluar pada audiens tentang masalah yang sudah dianalisa tersebut. Misalnya, untuk mengatur penggunaan gadget, orang tua dan anak membuat kesepakatan, misal pertama, hanya boleh bermain gadget saat hari sabtu dan minggu maksimal selama 1 jam. Kedua, orang tua wajib terus menjalin komunikasi dengan anak tentang plus minus gadget sekaligus tempat sharing. Ketiga, orang tua wajib memfilter gadget dengan pengaturan terbatas sehingga hal-hal negatif pada gadget bisa dihindari. Keempat, berikan anak kesibukan yang sesuai dengan bakat dan minatnya, ini akan menyibukkan anak dengan hal-hal positif.

Nah, itulah contoh pemaparan teknik piramida ketika kita sedang menyiapkan materi presentasi.

Semoga 2 cara mudah meyusun materi presentasi sistematis ini bermanfaat bagi Anda semua dalam presentasi Anda ke depan.

Salam Amazing.

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment