Cara Komunikasi yang Efektif dan Efisien

Anda pasti mengetahui hewan yang bernama kunang-kunang. Kunang-kunang mampu mengeluarkan pendaran cahaya dari tubuhnya di waktu malam. Cahaya kunang-kunang layaknya kerlipan lampu kecil yang biasa saja. Namun, penelitian mengungkap, ternyata ini adalah komunikasi dengan irama kerlipan tertentu, menyerupai sandi Morse yang dipakai manusia dalam telegram.

Selain itu pakar biologi menemukan, cahaya yang dikeluarkan kunang-kunang juga berperan dalam menemukan pasangan saat usia kawin tiba. Seperti jenis kumbang yang lain, sang jantan mencari pasangan betinanya dengan memancarkan cahaya berkerlip. Kunang-kunang betina di sekitar yang melihatnya akan mengeluarkan cahayanya untuk menjawab sang jantan. Komunikasi dilanjutkan dengan mengirimkan sinyal cahaya berikutnya yang posisi semakin mengarah ke betina. Betina pun akan menjawab lagi, dan seterusnya, seolah saling bersahutan hingga akhirnya pasangan itu bertemu untuk kawin.

Keistimewaan lain dari kunang-kunang adalah proses pemendaran cahaya yang sangat efisien. Tidak lebih dari 5% cahaya dalam tubuhnya yang berbentuk panas. Semuanya terkonversi menjadi cahaya. Coba bandingkan dengan lampu pijar buatan manusia, yang hanya 5%-nya yang berbentuk cahaya sedangkan yang lain berupa panas. Andaikata cahaya kunang-kunang sama seperti lampu pijar, maka bisa jadi tubuh kunang-kunang akan panas dan terbakar.

Cahaya kunang-kunang dikeluarkan oleh organ khusus yang tersusun atas sel-sel penghasil cahaya yang disebut fotosit. Organ ini terletak pada ruas ke-4 atau ke-5 dari tubuhnya. Kerlipan cahaya kunang-kunang merupakan hasil reaksi kimia yang melibatkan zat kimia bernama luciferin yang dihasilkan sel-sel penghasil cahaya. Melalui serangkaian tahapan reaksi kimia, luciferin dengan bantuan enzim luciferase dan beberapa zat tertentu bereaksi membentuk sejumlah zat kimia baru dengan melepaskan hampir 100% energi dalam bentuk cahaya.

Ada beberapa pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari serangga seperti kunang-kunang, diantaranya ada berbagai macam gaya komunikasi yang dicontohkan hewan. Katak dengan suaranya, lumba-lumba dengan sonarnya dan kunang-kunang dengan lampu serta gerakannya. Demikian juga dengan manusia, ada berbagai macam tipe komunikasi. Ada yang grapyak, dingin, pendiam dan sebagainya. Pahamilah mereka, karena dengan memahami gaya komunikasi, Anda akan mudah berinteraksi.

Selain itu, kunang-kunang berkomunikasi dengan tubuh yang dingin. Sangat efisien. Sehingga pesan tersampai sepenuhnya. Demikian pula dengan kita, berbicaralah dengan kepala yang dingin. Jangan emosional. Karena emosi akan menutup akal dan pembicaraan tidak berlangsung seperti harapan. Jangan membiarkan diri Anda seperti lampu pijar, sedikit cahaya namun panas dampaknya.

Dengan tipe komunikasi dan cahaya yang dihasilkan, kunang-kunang selama ini dipakai sebagai indikator udara bersih. Demikian juga kita, dengan berkomunikasi yang efektif dan efisien seperti kunang-kunang, Anda bisa menciptakan lingkungan yang bersih dari energi negatif, seperti iri, dengki dan amarah.

Ingatlah, kesatuan yang utuh baik dalam keluarga, persahabatan, organisasi, perusahaan, hingga negara berawal dari komunikasi yang efektif dan efisien.

Wujudkan.

Salam Amazing.

This entry was posted in Bioinspirasi and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


4 − = 0

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>