BLOG

Bercerita dengan Data

Bercerita dengan data. Ketika Florence Nightingale, seorang perawat ditugaskan di Rumah Sakit Pasukan Inggris (Turki) pada Perang Krimea 1856. Dirinya menghadapi tingginya tingkat kematian tentara Inggris disana. Setelah melakukan berbagai penelitian, dia menyadari bahwa sebagian besar pasukan Inggris yang meninggal bukan karena luka akibat perang. Namun karena buruknya sanitasi dan kebersihan rumah sakit tersebut. Demi meyakinkan kerajaan Inggris dan Ratu Victoria. Untuk memperbaiki sanitasi dan kebersihan rumah sakit. Florence Nightingale bercerita dengan data. Dia mengumpulkan konten berbulan-bulan dalam bentuk tabel dan grafik. Yang kemudian divisualkan dalam bentuk Coxcomb. Sebuah grafik yang mirip pie chart namun lebih variatif.
Coxcomb tersebut terdiri dari 12 proporsi yang menggambarkan bulan dalam satu tahun. Bagian yang berwarna hitam adalah rata-rata kematian dalam satu bulan. Sedangkan bagian yang berwarna adalah berbagai sebab kematian. Grafik inilah yang kemudian mengubah persepsi dan simpulan tentang penyebab tingginya kematian tentara Inggris. Termasuk awal mula ilmu keperawatan modern. Menurut Gartner, inilah yang disebut bercerita dengan data. Ini bukan sekedar menampilkan data apa adanya. Namun bercerita dengan data terdiri dari 3 komponen, yaitu visualisasi, narasi dan konteks data.

1- Visualisasi

Visualisasi bukan menampilkan data dalam bentuk tabel. Karena tabel adalah data mentah. Visualisasi adalah menampilkan data dalam bentuk yang mudah dimengerti. Menjadikan tabel sebagai grafik atau pie chart adalah salah satu contohnya. Visualisasi data menentukan pemahaman audiens tentang data Anda. Sehingga Anda mampu bercerita dengan data. Data yang disampaikan oleh Florence Nithingale adalah contoh konkritnya. Memudahkan audiens memahami data dengan visualisasi akan mensukseskan presentasi Anda. Saya dan tim Kreasi Presentasi siap membantu Anda dalam visualisasi data dalam Workshop Amazing Slide Infographic. Yang telah terbukti membantu ratusan perusahaan dengan ribuan peserta. Silakan hubungi Bu Isti di 0857 3333 0407 untuk penawaran istimewanya.

2- Narasi

Narasi artinya membawa audiens mengetahui latar belakang masalah, pengambilan data, mengapa data itu penting, analisa data hingga step by step solusi. Untuk latar belakang masalah yang Anda tawarkan. Narasi data mirip dengan menulis sebuah kisah. Mulai dari awal mula konflik, konflik membesar, klimaks, antiklimaks, hingga penutup kisah. Tujuan dari membuat narasi adalah memasukkan unsur emosi ke dalam data Anda. Misal, saat menjelaskan tentang data statistik kemiskinan. Anda menambahkan kisah bertemu dengan seseorang yang hanya bisa mengkonsumsi nasi dan rumput. Karena beratnya situasi ekonomi saat ini. Atau ketika Anda menjelaskan tentang pentingnya wirausaha. Anda menampilkan data berapa banyak orang yang datang ke Job fair. Ditambah dengan foto antriannya yang luar biasa. Atau bisa juga menampilkan infografis seperti di bawah ini.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment