Berakhirnya Era Slideument

Berakhirnya era slideument. Jika Anda pernah membaca buku Slide:ology karya Nancy Duarte, maka Anda akan mengetahui ada 3 tipe slide yang selama ini dipakai. Yang pertama adalah tipe dokumen, slide tipe ini dibuat oleh presenter yang maaf, malas mendesain slide. Slide nya berisi full teks, sama persis dengan makalah yang disampaikan. Tidak ada beda antara presentasi presenter dengan bacaan makalah.

Yang kedua adalah tipe slideument. Istilah slideument muncul karena presenter menggabungkan dokumen dan poin-poin pembicaraan. Tipe ini sangat umum diketahui. Biasanya pembicara menyampaikan slide dengan banyak bullet point. Menurut presenter, bullet point yang ada di di slide berisi hal-hal penting yang ingin disampaikan pada audiens. Sayangnya, biasanya presenter memberi handout yang sama persis dengan slide pada audiens saat presentasi, sehingga tidak ada kejutan apapun dan alur presentasi sudah terjawab melalui handout. Dua tipe slide ini bisa dibilang sudah ketinggalan zaman. Ya, masa slide dokumen dan slideument sudah berakhir. Yang menjadi tren masa depan presentasi adalah tipe slide ketiga, yaitu visual story. Slide visual story yang sudah dipatenkan oleh Nancy Duarte itu sederhana, simpel, terfokus pada kisah, tak bisa diprediksi, tidak banyak pesan namun menginspirasi, sehingga presenter tetap menjadi bintang utama dan slide menjadi pendukungnya.

Mengapa saya sebut presentasi masa depan merupakan berakhirnya era slideument? Begini…, sejak kemunculan banyak software presentasi, sebagian besar presenter terpaku oleh template slide software presentasi yang ada di dalamnya. Judul di tengah, dan banyak bullet point di bawahnya. Jangankan Anda, orang sekaliber Bill Gates (mantan CEO Microsoft) juga melakukan hal yang sama. Karena terlalu banyak pesan dalam slide, terlalu banyak teks, terlalu banyak bullet point, esensi presentasi yang sesungguhnya hilang. Audiens terpaku membaca slide, sudah mengetahui apa saja poin-poin nya sehingga malas mengikuti alur presentasi lebih jauh.

Presentasi Bill Gates dengan media Slideument di tahun 2005.
Presentasi Bill Gates di tahun 2005, saat peluncuran Windows Live.

Para presenter saat ini sudah mulai mengetahui salah satu kesalahan terbesar mereka dalam menampilkan media presentasi. Mereka mulai melupakan cara visualisasi media slide yang membuat audiens mengabaikan mereka. Steve Jobs dengan Apple merupakan salah satu orang yang membuka mindset tentang slide visual story.

Presentasi Steve Jobs dengan slide visual story.

Bill Gates pun berubah, di tahun 2008, dirinya menampilkan presentasi di TEDx dengan style visual story. Mantan orang nomor 1 Microsoft ini pun akhirnya mengakui bahwa slide visual story merupakan solusi terbaik menampilkan presentasi yang memukau.

Slide visual story Bill Gates di Harvard CES tahun 2008.
Slide Bill Gates di TEDx.

Anda pun bisa melihat berbagai presentasi via Youtube maupun jejaring sosial lainnya yang menunjukkan berakhirnya era slideument. Presenter kelas dunia mulai menggunakan slide yang sederhana, simpel dan memukau. Presentasi mereka pun banyak didengar dan mulai membawa angin perubahan. Slide presentasi bukan lagi sebuah alat bantu, namun sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan presentasi mereka.

Jika mereka mulai berubah, bagaimana dengan Anda? Di Indonesia, Amazing Slide Presentation yang digagas oleh Kreasi Presentasi melalui merk dagang Slid-ex, akan membantu Anda mendesain slide presentasi yang bisa berbicara dan berkelas dunia seperti mereka. Kami pun akan memastikan melalui metode Amazing Slide Presentation, presentasi Anda makin memukau dan menginspirasi. Bergabunglah dengan langkah para presenter dunia.

Era presentasi memukau sudah hadir.

Salam Amazing.

Nancy Duarte.
Seth Godin.
Garr Reynolds.
Dhony Firmansyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISI DULU YA * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.