BLOG

Benih-benih Kegagalan

Jika seorang petani hendak menanam biji, seperti kacang hijau, jagung dan sebagainya, ada sejumlah hal sederhana yang dilakukan. Biji-biji tersebut dimasukkan ke dalam ember berisi air, kemudian dibiarkan sekitar 5 menit. Maka akan ada dua macam biji yang terlihat. Yang pertama, biji yang terapung di permukaan air. Biji ini akan disingkirkan, karena kemampuannya menyerap air tidak baik. Sedangkan yang kedua adalah biji yang tenggelam hingga ke dasar ember. Biji inilah yang bisa tumbuh, karena punya kemampan penyerapan air yang baik.

Proses penyerapan air oleh biji hingga air tersebut mampu masuk ke sela-sela dinding sel dan memicu hormon pertumbuhan dinamakan imbibisi. Tanpa kemampuan imbibisi ini, sebuah biji mustahil untuk bisa menjadi tanaman baru.

Proses pemilihan biji ini menunjukkan bahwa benih-benih yang berpotensi untuk gagal tumbuh dan berkembang bisa diketahui dari awal. Dengan mendeteksi kemampuan melakukan imbibisi. Ini merupakan proses belajar yang dilakukan tumbuhan untuk bisa menyerap nutrisi dan memulai kesuksesan.

Demikian pula manusia. Benih-benih kegagalan kita sejujurnya bisa dideteksi dari awal. Bagaimana caranya? Identik dengan proses belajar benih tanaman, seorang manusia bisa dideteksi kegagalannya, ketika di awal dia ragu untuk berhasil. Keraguan ini kemudian memunculkan rasa malas untuk belajar. Seperti benih tanaman yang enggan menyerap air. Akhirnya keraguannya terhadap kesuksesan menjadi kenyataan. Ini akibat persepsinya sendiri.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , ,

Post a comment