BLOG

Belajarlah untuk Hidup Sederhana

Kita sepakat, bahwa rezeki ada di tangan Tuhan. Banyak atau sedikitnya penghasilan, itu sudah diatur oleh-Nya. Meski begitu, kita tetap wajib berusaha, karena Tuhan Maha Kuasa, bisa jadi Dia mengubah kondisi kita sekejab saja. Dari miskin jadi kaya, dari papa menuju sejahtera. Walau begitu, andaikata jika kita telah sukses, alangkah mulianya jika kita belajar untuk hidup sederhana. Hidup sederhana artinya mengutamakan apa yang kita butuhkan dan me-nomorsekian-kan apa yang kita inginkan. Belajarlah untuk hidup sederhana.

Mengapa demikian? Ingat, rezeki berupa harta atau uang yang kita miliki, sejatinya hanya titipan. Bukan milik kita sendiri. Karena itu, tidaklah layak jika kita menyombongkan diri dengan apa-apa yang sementara ini kita punyai. Bisa jadi, Tuhan memberi amanah kita uang berlebih, untuk disalurkan kepada orang lain yang memerlukan. Ini jauh lebih baik daripada menuruti keinginan pribadi.

Lho… Pak Dhony, bukankah agama menyuruh kita supaya kaya? Iya, benar. Berusaha untuk kaya itu wajib. Hidup kaya itu harus. Karena ada ibadah, seperti haji yang mewajibkan kita untuk kaya. Namun hidup kaya itu berbeda dengan bergaya hidup kaya. Hidup kaya itu harus, sedangkan bergaya kaya itu pilihan. Saya sendiri berpandangan hiduplah kaya namun bergayalah hidup sederhana. Inilah yang diajarkan guru dan orang tua saya. Sungguh tidak etis jika diri ini masih berpikir tentang “aku” dan mengabaikan orang lain. Selain itu, saya memulai karir sebagai trainer dari bawah, saya diajari untuk meraih impian sesungguhnya dengan menapaki tangga kesuksesan satu-persatu. Merasakan betapa lelahnya naik tangga dan bersyukur dengan apa-apa yang diraih.

Oleh karena itu, jika ada workshop atau pelatihan Amazing Slide Presentation, saya selalu mengusahakan transportasi yang paling murah dan mudah. Di Kementerian Kesehatan kemarin misalnya, saya memilih berangkat menuju tempat pelatihan dengan naik busway, daripada taksi maupun mobil sewaan. Selain lebih cepat, busway lebih murah dan mudah. Ketika mengisi workshop publik pun, saya seringkali mengendarai sepeda motor (jika cuaca baik) daripada mobil pribadi. Lho… kok naik motor Pak? Iya, selain lebih murah, bersepeda motor mengajarkan saya untuk lebih rendah hati kepada orang lain. Jika saya naik motor, akan mudah mencari sela jalan ketika macet. Selain itu, dengan motor, akan sangat ringan untuk menolong orang jika terjadi sesuatu di jalan.

Bersepeda dengan jas lengkap sudah biasa di Jepang.

Apa tidak malu jika bertemu peserta workshop Pak? Di Jepang saya belajar, derajat manusia bukan dari kendaraan yang dia tumpangi. Banyak dosen, profesor dan pimpinan perusahaan yang naik sepeda, bus maupun kereta disini. Apa mereka tidak kaya? Kaya banget. Namun bagi mereka, gaya hidup itu pilihan. Dan mereka memilih untuk bergaya hidup sederhana. Ya.., ini semua masalah mindset, cara berpikir dan kemajuan peradaban. Jika kita masih berpendapat gaya hidup kaya adalah keharusan, maka sesungguhnya peradaban kita sudah tertinggal zaman. Saya pun belajar dari seorang pengusaha tempe Indonesia di Jepang, Rustono. Meski cabangnya sudah mendunia dan sudah jadi milyarder, dia tak segan berjalan untuk mengetuk satu-persatu pelanggannya. Justru ini nilai lebih dari beliau. Sikap sederhana yang bersahaja. Maka belajarlah untuk hidup sederhana.

Pak Rustono, membawa tas berisi tempe sedang menjajakan dagangannya.

Saya pun berharap semua tim Kreasi Presentasi yang tersebar di Indonesia memilih hidup dengan kaya namun bergaya hidup sederhana. Sekali lagi, belajarlah untuk hidup sederhana. Gaya hidup inilah yang diperintahkan oleh agama. Nabi pun mengajarkan gaya hidup secukupnya. Sebagai penutup, seorang rekan saya dosen fisika pernah mengartikan sebuah rumus fisika, “F = m x a. Gaya berbanding lurus dengan beban. Jika beban hidup kita kian berat, itu artinya kita terlalu banyak gaya.” Hehe….

Salam Amazing.

Rasakan lelahnya, tantangannya…, sehingga Anda akan benar-benar bersyukur jika sampai ke titik kesuksesan (made by Powerpoint).

 

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment