BLOG

Belajar untuk Lebih Bersabar

Beberapa hari lalu, ketika saya pulang dari rumah Ayah dan Ibu bersama keluarga, jalan raya di dekat rumah macet hampir tak bergerak. Mobil-mobil berjajar menunggu antrian untuk lewat. Saya belum tahu pasti apa yang menghambat laju kendaraan hingga perlahan-lahan saya bisa menembus kemacetan.

Tahukah Anda apa yang membuat jalan tersebut macet? Ternyata beberapa ekor sapi menyeberang di tengah jalan. Membuat lalu lintas terhenti sejenak. Orang-orang yang terjebak kemacetan pun tersenyum melihat keluarga sapi beriringan dengan santai. Kemudian seorang warga dengan sukarela meminggirkan sapi-sapi tersebut hingga jalanan kembali lancar.

Di sini saya melihat sejumlah pengendara yang terjebak kemacetan cukup sabar untuk menunggu. Mereka menghadapi masalah dengan senyum. Hampir tak ada klakson yang berbunyi. Karena mereka tahu, sapi-sapi tersebut akan segera berlalu. Hanya masalah waktu. Cukup menunggu beberapa menit saja untuk membiarkan sapi menyeberang dan lalu lintas pun kembali lancar.

Rupanya kisah para sapi yang beriringan ini adalah cerita lama di jalan raya itu. Beberapa kali, kemacetan yang diakibatkan oleh tingkah sapi ini disiarkan di salah satu radio ternama Surabaya. Pernah suatu saat, sejumlah pengendara tidak sabar dan mengklakson sapi-sapi tersebut berkali-kali. Yang terjadi malah para sapi tampak ketakutan dan bingung. Hingga beberapa sapi menyenggol bodi mobil dan membuat lalu lintas tambah semrawut.

Ada saatnya kita harus lebih bersabar dalam menghadapi sebuah masalah. Memang masalah harus diselesaikan dengan segera, namun segera itu relatif, tergantung situasi dan kondisi. Seperti kisah sapi di atas. Jika ada seseorang yang sedang emosi dengan Anda, kendalikan diri Anda. Jangan ikut-ikutan terbawa emosi. Karena emosi yang tak terkendali akan sangat merugikan.

Dalam agamapun diajarkan, supaya tidak mengambil keputusan jika sedang marah, karena ketika marah akal manusia akan tertutup. Dirinya tak mampu membedakan benar dan salah. Yang dilakukan hanya mempertahankan dirinya dan egonya.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , ,

Post a comment