BLOG

Belajar dari Kisah Ubasute

Ada sebuah legenda dari negeri Sakura yang penuh hikmah. Kisah tentang Ibu yang telah renta dan anak semata wayangnya yang mulai beranjak dewasa. Kisah ini memuktikan bagaimana besarnya cinta seorang Ibu kepada permata hatinya, meski anaknya sudah mulai melupakannya.

Alkisah, seorang Ibu yang sangat tua tinggal di sekitar gunung Fuji bersama seorang putranya. Sang anak laki-laki semata wayang merasa jenuh dan penat, Ibunya yang sudah tua renta selalu meminta bantuan dirinya. Ketika makan minta disuapi, minum minta diambilkan, mandi minta disiapkan air. Sedangkan tak satupun pekerjaan rumah yang dilakukan oleh sang Ibu. Mencuci tidak, membersihkan alat makan juga tidak, mengganti lampu minyak di dinding juga enggan. Lalu apa yang dilakukan Ibu? Pikir sang anak.

Hari demi hari sang putra makin frustasi dengan kelakuan Ibunya. Buang air sembarangan, makan dan minumnya pun berantakan. Sang anak pun menggerutu dalam hati, “Ternyata Ibu tak lagi sayang padaku. Lalu untuk apa aku merawatnya?”

Kepikunan Ibunya pun semakin parah. Terkadang dia lupa namanya sendiri. Dia lupa nama anaknya. Dia tidak tahu bagaimana cara pergi ke kamar mandi, bahkan dia tidak tahu bagaimana menemukan jalan pulang, meski berada tidak jauh dari rumahnya.

Rasa terbebani yang kian berat dan kepikunan Ibunya, membuat sang anak punya niat jahat. “Aku akan menggendong Ibuku ke tengah hutan, lalu meninggalkannya. Buat apa aku merawatnya jika Ibu selalu menyusahkanku.”

Akhirnya sang anak mengajak Ibunya dengan menggendongnya di punggung. “Kita mau kemana Nak?” Tanya sang Ibu. “Kita mau makan-makan Bu, pokoknya melakukan banyak hal yang menyenangkan.” Ibunya menjawab, “Jauh tidak tempatnya?” , “Tidak kok Bu, sebentar saja jalan kaki.”

Sang anak kemudian menggendongnya berputar-putar di tengah hutan, dengan maksud ketika sang Ibu ditinggalkannya nanti, dia tidak akan tahu jalan pulang. Sepanjang perjalanan Ibunya selalu bertanya pertanyaan yang sama. Kemana, jauh tidak, untuk apa…berulang-ulang. Hal ini membuat pemuda makin membulatkan tekad untuk membuang Ibunya sendiri.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , ,

  • SIE

    subhanallah…….

    Reply

Post a comment