BLOG

Baca dan Bacalah Lagi

Dulu, saya tidak suka membaca buku. Terus terang, sebuah buku adalah siksaan mata bagi saya. Setelah seharian sekolah, saya tidak mau bersentuhan lagi dengan buku ketika di rumah. Rasanya sangat penat. Yang saya inginkan adalah bermain atau ngobrol bareng rekan. Karena dari awal saya tidak suka membaca buku, akhirnya berdampak pada nilai saya di sekolah. Meski saya sering nongol di ranking lima besar, namun saya tidak bisa menyentuh ranking satu. Salah satu sebabnya adalah saya kurang suka membaca.

Ada sejumlah resep yang diberikan oleh kedua orang tua saya supaya saya gemar membaca. Salah satunya adalah jam khusus membaca dan belajar. Setiap malam, sekitar jam 20, adalah jam wajib bagi saya untuk membaca dan belajar. Mau tidak mau, saya terpaksa membaca. Meski akhirnya yang saya baca bukan buku pelajaran, namun akhirnya kebiasaan ini ada dampaknya.

Awalnya saya membaca majalah yang saya suka. Majalah desain dan majalah arsitektur adalah salah satu favorit saya. Beberapa desain coba saya aplikasikan di komputer. Hasilnya tidak mengecewakan, beberapa desain taman, hingga buku koleksi tanaman apotik rumah, saya buat dengan iseng.

Dari sini saya mulai mendapat pelajaran berharga, salah satu sebabnya saya malas membaca adalah gara-gara saya tidak tahu apa manfaat membaca ini bagi saya. Saya juga tidak tahu, setelah membaca apa aplikasinya dalam hidup saya. Coba bandingkan dengan musisi ternama, yang mereka baca adalah hal-hal yang berhubungan dengan instrumen musik, vokal, aransemen dan sebagainya. Ini sangat bermanfaat bagi karir dan dunia mereka. Demikian juga dengan dokter, yang mereka baca adalah penelitian obat dan penyakit serta metode pengobatan. Coba kita lihat seorang guru yang sukses, yang dibaca adalah informasi pengajaran, metode belajar dan sebagainya.

Saya menjamin, seseorang gemar membaca karena dirinya tahu dengan membaca dia akan memperoleh hal-hal baru, yang sangat berguna bagi dirinya, karir maupun masa depannya. Dorongan inilah yang seharusnya ditanamkan pada benak kita, orang tua, dan bahkan putra-putri kita. Dengan ini, semangat untuk membaca akan timbul dari dalam, bukan karena paksaan maupun tekanan.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , ,

Post a comment