BLOG

Aturan Presentasi 18 Menit

Dr Paul King dari Texas Christian University, seorang peneliti komunikasi selama 30 tahun mengungkapkan bahwa selama presentasi berlangsung, kegelisahan terhadap materi presentasi bukan hanya dialami oleh pembicara, namun juga dialami oleh audiens. Salah satu penyebabnya adalah durasi presentasi yang terlalu panjang (Talk like TED, 284).

Dr King menjelaskan lebih lanjut bahwa seringkali presentasi lebih banyak berlangsung satu arah. Tanpa peran serta audiens. Informasi yang terus menerus disampaikan oleh presenter tanpa timbal balik menyebabkan penumpukan informasi atau disebut dengan “cognitive backlog“.

Mengapa penumpukan informasi terjadi? Sebab, audiens yang berkonsentrasi terus menerus menambahkan bahan di dalam otak untuk terus diingat. Karena audiens memaksa mengingat, maka otak akan menyimpan informasi ini sebagai sebuah perintah. Perintah butuh diterjemahkan dengan aktifitas. Menurut beliau, hal ini akan membuat audiens gelisah, merasa haus akan pengalaman, gerak dan timbal balik dalam presentasi. Dr King menyebut, salah satu solusi adalah memampatkan durasi presentasi, dan menurut Carmine Gallo seorang pakar komunikasi durasi yang optimal adalah aturan presentasi 18 menit.

Mengapa aturan presentasi 18 menit itu penting? Chris Anderson (salah satu founder TED) menyatakan bahwa, aturan presentasi 18 menit itu cukup panjang untuk materi yang serius, dan juga cukup pendek untuk mendapatkan perhatian audiens. Chris Anderson menyebut bahwa aturan presentasi 18 menit diambil dari durasi coffee break yang seringkali dipakai dalam meeting maupun seminar.

Aturan presentasi 18 menit juga memaksa presenter meng-ekstrak materi presentasi yang cukup panjang menjadi inti dari presentasi mereka. Dengan demikian presentasi mereka menjadi lebih efektif, tajam dan bisa dipahami dengan mudah.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment