Aturan Kombinasi Font

Pelatihan Infografis, Videografis & Visualisasi Data, CP: 0857 3333 0407.

Aturan Kombinasi Font

Bagi Anda yang seringkali menyusun presentasi, membuat laporan hingga menyusun dokumen kantor, mengkombinasikan font atau huruf di dalam tampilan visual adalah hal yag sangat penting. Selain menjadikan visual project Anda tampil profesional, kombinasi font juga mampu membantu pembaca memahami konten dokumen Anda. Oleh karena itu, penting halnya kita membahas tentang aturan kombinasi font.

Beberapa tips yang saya tulis di artikel ini, saya rangkum dari artikel Douglas Bonnevill, seorang desainer dari Amerika sekaligus kontributor Smashing Magazine, serta artikel dari Canva. Berikut adalah aturan kombinasi font yang saya yakin sangat bermanfaat bagi Anda:

1- Cari Font yang Menjadi Pelengkap

Memilih font ibarat memilih jodoh. Mencari seseorang yang menjadi pelengkap yang lain. Jika di judul Anda menggunakan font dekoratif yang berlekuk, maka untuk konten gunakan font yang simpel. Bila Untuk Header Anda menggunakan font yang tegas. Maka untuk konten gunakan font yang kasual. Dengan memilih font yang menjadi pelengkap, konten dokumen Anda akan memiliki visualisasi yang dinamis dan tidak monoton. Berikut adalah contohnya:

2- Kontraskan Ukuran Font (Hirarki)

Dalam menyusun dokumen, umumnya terdiri atas judul, subjudul dan konten. Usahakan Anda membedakan ukuran ketiganya, karena hal ini akan jelas membedakan isi dokumen Anda. Secara alami, manusia akan mulai membaca dari teks yang berukuran besar, sedang hingga yang kecil. Oleh karena itu, pastikan pula Anda menampilkan font dengan bentuk yang menarik sebagai judul. Sedangkan untuk konten Anda cukup menampilkan font yang sederhana. Judul yang menarik, akan mendorong pembaca untuk stay dan melihat satu per satu kata di konten dokumen Anda. Berikut adalah contoh tampilan dokumen (koran) dengan hirarki ukuran font:

3- Kombinasikan Serif dan Sans Serif

Huruf Serif seperti Times New Roman, Georgia dan Garamond adalah contoh font yang terkesan tegas dan profesional. Sedangkan huruf Sans Serif seperti Calibri, Arial dan Open Sans adalah contoh font yang lebih sederhana, simpel dan ringan dibaca. Kombinasi antara font Serif dan Sans Serif adalah paduan yang tepat untuk dokumen Anda. Mengkombinasikan ketegasan Serif dan kesederhanaan Sans Serif membuat artikel Anda ringan untuk dinikmati. Silakan coba kombinasi keduanya. Oya, saran saya gunakan Serif untuk judul dan Sans Serif untuk konten dokumen.

 

4- 2 Font Optimal

Kita selalu ingin visualisasi dokumen dan slide presentasi kita mudah dipahami oleh siapapun. Oleh karena itu saya sarankan Anda menggunakan 2 jenis font saja untuk satu jenis dokumen. 2 jenis font adalah pilihan yang optimal untuk menyusun dokumen maupun slide presentasi. Anda boleh menggunakan 3 jenis font, namun jangan lebih dari itu. Karena justru semakin banyak font, audiens malah terdistraksi dengan jenis huruf yang terlalu banyak dalam dokumen Anda.

5- Pilih Font dari Isi Dokumen

Aturan kombinasi font berikutnya adalah inspirasi memilih jenis font. Jika kita merasa kesulitan untuk menentukan font, maka kita bisa menggunakan isi dokumen sebagai inspirasi penentuan jenis font, baik untuk judul maupun konten. Misal, untuk dokumen atau slide presentasi tentang sejarah, Anda bisa memilih Roth dan Georgia Reguler sebagai kombinasi font di dalamnya, seperti yang saya tunjukkan di gambar tips ke-4.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment