Apakah Bullet Point Diperlukan?

Pertanyaan apakah bullet point diperlukan ini muncul ketika saya menyimak materi komputer yang disampaikan oleh seorang praktisi presentasi, saya cukup terkejut saat dirinya mengatakan bahwa Powerpoint artinya point-point yang punya power (kekuatan), jadi sebaiknya seorang presenter memberikan banyak bullet point dalam slide presentasinya, untuk memudahkan presenter menyampaikan materi presentasi. Untuk membuktikan dirinya benar, presenter tersebut menunjukkan template Powerpoint setelah halaman judul, di situ memang kita bisa melihat bahwa Powerpoint sudah menyediakan titik-titik (poin-poin) yang langsung bisa diisi untuk presentasi. Pertanyaannya, apakah benar demikian?

Sebelum menjawab pertanyaan apakah bullet point diperlukan atau tidak, terlebih dahulu saya ingin menjelaskan bahwa di dunia ini ada berbagai macam media komunikasi. Ada media komunikasi verbal, yaitu bentuk komunikasi melalui media dengan tertulis maupun oral, seperti koran, radio, handphone maupun buku. Di sisi lain ada media komunikasi visual, yaitu bentuk komunikasi melalui media penglihatan termasuk simbol dan lambang, seperti rambu lalu lintas, display toko, film bioskop, lukisan, papan iklan, dan di dalamnya termasuk slide presentasi (Kenneth Louis Smith (2005). Handbook of Visual Communication).

Macam media komunikasi visual.

Karena slide presentasi termasuk media komunikasi visual, maka perlu memahami proses komunikasi visual yang benar. Seorang presenter menyampaikan presentasi secara oral, di sisi lain dirinya juga menampilkan slide secara visual, artinya ada dua proses komunikasi dalam waktu bersamaan. Nah, disini perlu optimalisasi komunikasi.

Audiens harus mampu menerima pesan dengan utuh, padahal di audiens tidak mampu mendengar presenter menyampaikan materi dan membaca slide presentasi dalam waktu bersamaan. Slide presentasi yang penuh dengan bullet point akan memaksa audiens membacanya dan mengabaikan penyampaian presenter, ini menjadikan slide sebagai media komunikasi verbal (seperti koran atau buku), padahal slide adalah media komunikasi visual. Saya tidak menyarankan Anda memenuhi isi slide Anda dengan bullet point yang penuh tulisan, karena slide Anda bukan koran.

Oleh sebab itu diperlukan cara mendesain slide yang benar, tidak sekedar mengikuti template dalam Powerpoint ataupun mengisi bullet point yang tersedia. Di workshop Amazing Slide Presentation, kami menunjukkan cara-cara dan praktik desain slide yang sesungguhnya untuk membuat slide Anda menjadi media komunikasi visual yang efektif seperti halnya pembicara kelas dunia.

Lalu, apakah bullet point diperlukan? Bullet point tidak selalu dipakai dalam setiap slide presentasi, namun ada kalanya kita memakai bullet point untuk memudahkan penyampaian pesan. Bullet point bisa dipakai dalam 3 hal pembahasan, yaitu urutan (semisal urutan tingkatan sebuah organisasi), tahapan (contohnya proses menulis buku atau proses penelitian) dan simpulan (bagian akhir presentasi yang menunjukkan inti pembahasan sebelumnya).

Bullet point sebagai simpulan presentasi.

Khusus untuk simpulan, Nancy Duarte mengusulkan menjadikan bullet point sebagai penutup slide presentasi, karena memudahkan audiens mengingat kembali isi presentasi, menjadikan closing lebih berkesan dan memudahkan review materi oleh presenter.

Oke, semoga pembahasan saya ini bisa menjawab pertanyaan, apakah bullet point diperlukan. Kami tunggu partisipasi Anda dan perusahaan di workshop kami.

Salam Amazing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISI DULU YA * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.