BLOG

Aku Bangga Jadi Suamimu

Hampir setiap hari saya dan istri berinteraksi, meski ribuan kilometer memisahkan kami berdua. Baik via Facebook, Twitter, maupun Line dan Yahoo Messenger. Di setiap interaksi saya selalu memperoleh hal baru, entah itu berita tentang Jepang, rekan-rekan istri saya, ataupun aktifitasnya di negeri Sakura.

Meski saling sapa dan berkirim berita, namun rasa rindu akan istri seakan tak terbendung. Terus terang saya kangen dengan senyumnya, canda-nya, kritiknya akan presentasi saya, dan kehadirannya di sisi. Mungkin inilah yang disebut cinta, perasaan saya tak lengkap tanpa kehadirannya yang selalu mendukung dan membantu saya.

Sebagai suami, adalah sebuah kewajiban untuk selalu membimbing istri dimanapun dia berada. Saya dan istri selalu saling berbagi pengalaman dan kabar yang kadang-kadang berbenturan dengan keyakinan kami. Salah satunya adalah pengalaman istri saya hari minggu kemaren.

Dua hari lalu, ada pesta penyambutan oleh organisasi helper untuk mahasiswa asing (ACE) di kampus istri saya (Nagoya University). Pesta diadakan di halaman parkir asrama istri saya. Disana, mereka mengadakan barbeque party, memanggang daging sapi dan ayam. Mereka paham, bahwa istri saya seorang muslimah yang tidak boleh mengkonsumsi babi. Sehingga hanya daging sapi dan ayam saja yang dijadikan menu inti pesta.

Dengan nada ajakan, salah satu rekan memanggil istri saya, “Kuma chan, ayo kesini, gabung bersama kita. Disini ga ada babi, yang ada cuma daging ayam dan sapi. Ayo…, ga papa kok.” Istri saya yang saat itu berada di dapur dan membuat minuman, melihatnya dengan tersenyum, dan kemudian mengatakan, “Iya, maaf saya akan kesana, tapi saya tidak bisa ikut makan, karena bukan hanya daging babi yang tidak boleh, tapi agama saya mengajarkan cara memotongnya juga. Saya tidak tahu apa cara memotong ayam dan sapi itu sesuai agama saya atau tidak. Maaf ya.

Pages: 1 2

TAGS > , , ,

Post a comment