BLOG

5 Teknik Pergerakan dalam Presentasi

Movement atau pergerakan adalah hal wajib dalam teknik penyampaian presentasi. Dalam delivery presentasi, movement atau pergerakan membuat suasana tidak garing dan refresh ke nuansa baru. Oleh karena itu, seorang presenter wajib melakukan pergerakan, entah itu mendekat ke audiens, ke kanan dan kiri ruang presentasi. Nah, dalam artikel ini saya akan menyampaikan 5 teknik pergerakan dalam presentasi. Saya mengutip artikel yang ditulis oleh Olivia Mitchell, kontributor Speaking about Presenting. Bagaimanakah 5 teknik pergerakan dalam presentasi tersebut diaplikasikan? Berikut penjelasannya:

1- Tentukan Tempat Awal Anda

Tempat awal Anda presentasi adalah kunci dari keseluruhan presentasi Anda. Cari tempat awal yang dekat dengan audiens, bisa dilihat semua orang, tepat di tengah dan bisa jadi menghalangi layar proyektor Anda. Ini adalah Power position, namun di sisi lain, spot ini adalah dead center. Selanjutnya, usahakan saat presentasi Anda tidak berada di tempat tersebut.

2- Atur Struktur Presentasi sesuai Posisi Anda

Anda bisa menggunakan Bab di dalam presentasi sebagai penanda posisi presentasi Anda. Misal, Anda menjelaskan presentasi dengan tema Produktifitas Kerja. Tema tersebut terdiri atas 3 Bab, yaitu: Efektif, Efisien dan Sesuai SOP. Maka untuk Bab Efektif Anda presentasi di sebelah kiri, Bab Efisien Anda presentasi di tengah audiens dan Bab SOP Anda presentasi di sebelah kanan audiens. Ini memudahkan audiens memahami struktur Bab dari presentasi Anda. Posisi ini juga bisa Anda gunakan untuk hal lainnya, misal kisah tentang Visi dan Misi Perusahaan: di masa lalu (presentasi di kiri), masa kini (presentasi di tengah) dan masa mendatang (presentasi di sebelah kanan).

3- Tukar Posisi Protagonis & Antagonis

Tips ke-3 dari 5 teknik pergerakan dalam presentasi adalah tukar posisi saat Anda memerankan dialog antara 2 orang yang berbeda. Kadangkala dalam presentasi, Anda menyampaikan story telling yang di dalamnya terselip dialog antara dua orang. Maka jangan ragu untuk menukar posisi ketika Anda memerankan dialog masing-masing. Misal untuk peran protagonis (pros) Anda presentasi di sebelah kiri, sedangkan untuk peran antagonis (cons) Anda berada di sebelah kanan.

4- Untuk Story Telling Gunakan Area bukan Spot

Ya, berbicara tentang story telling, alangkah bijaknya Anda tidak lagi menggunakan spot atau titik berdiri untuk presentasi namun berupa area atau lingkaran sehingga Anda bisa bergerak lebih leluasa. Jangan ragu juga untuk mendekat pada audiens ketika mereka menyampaikan pertanyaan maupun tanggapan. Gambaran sketsanya sebagai berikut:

5- Perhatikan Posisi Slide Anda

Tips terakhir untuk 5 teknik pergerakan dalam presentasi adalah selalu memperhatikan dimana posisi layar proyektor tempat visualisasi slide Anda. Usahakan Anda tidak menghalangi tampilan slide, membelakangi maupun selalu menoleh ke slide presentasi Anda. Nah, untuk visualisasi data via slide presentasi baik berupa infografis maupun videografis, saya dan tim Kreasi Presentasi siap untuk mendampingi Anda dalam Workshop Infografis Amazing Slide Infographic dan Workshop Videografis Amazing Slide Videographic yang sudah terbukti di berbagai kementerian, BUMN maupun perusahaan swasta. Silakan hubungi Bu Isti di 0857 3333 0407 (telp, SMS dan WA) untuk informasi lebih lanjut.

 

Posisi terbaik adalah di samping layar proyektor, namun lebih dekat ke audiens. Jika Anda ingin bergerak, lakukan pergerakan di posisi tersebut, hindari terlalu sering melewati bagian depan proyektor Anda. Dan jika Anda ingin menampilkan sesuatu yang sangat penting, alangkah baiknya Anda mengampil posisi sedikit di belakang layar proyektor, atau menjauh dari layar proyektor, supaya audiens fokus pada slide dan tidak terganggu dengan gerakan Anda.

Nah, semoga pembahasan saya tentang 5 teknik pergerakan dalam presentasi ini bisa bermanfaat untuk performa Anda saat presentasi, semoga berhasil.

Salam Amazing.

Klik untuk pemesanan buku seri Amazing Slide.

 

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment