BLOG

5 Bahasa Tubuh Negatif

Setelah di sejumlah artikel sebelumnya, saya membahas seputar huruf atau font, maka di empat seri artikel berikut saya akan membahas tentang presentasi. Pembahasan pertama adalah tentang bahasa tubuh atau delivery presentasi. Bahasa tubuh memiliki peran yang sangat vital dalam presentasi, selain materi presentasi maupun media (slide) presentasi. Bahasa tubuh merupakan bagian dari teknik presentasi. Bagaimana meyakinkan orang melalui gerak tubuh kita. Nah, berikut saya akan membahas 5 bahasa tubuh negatif yang harus dihindari oleh seorang presenter. Bahasa tubuh ini bisa mengakibatkan ide kita tertolak sebelum presenter selesai menyampaikan materinya. Nah, apa saja 5 bahasa tubuh negatif tersebut? Berikut urutannya yang saya ambil dari LifeHack:

1- Lupa Tersenyum

Jika kita pertama kali bertemu dengan seseorang lalu dirinya tersenyum, diri kita serasa lebih terbuka terhadap orang tersebut. Perasaan beku ketika bertemu seakan cair dengan sendirinya. Demikian juga dalam presentasi. Jika seorang presenter lupa akan tersenyum, kebekuan presentasi akan tetap ada hingga akhir penyampaian. Kebekuan akan membuat audiens tidak bersemangat dan enggan menerima materi presentasi dengan tangan terbuka. Tersenyum adalah bahasa tubuh yang paling mudah dan paling efektif untuk menaklukkan hati audiens. Dengan tersenyum audiens akan merasakan Anda sebagai orang yang hangat dan bersahabat.

2- Gerakan Tangan yang Tak Perlu

Kadangkala hal ini terjadi secara tidak sadar. Mungkin sudah menjadi kebiasaan. Seorang presenter bisa jadi menyembunyikan tangannya di saku. Menyembunyikan tangannya di belakang tubuh layaknya gerakan istirahat di tempat. Atau memainkan bolpen atau pointer dengan tangan. Beberapa contoh gerakan tersebut akan sangat mengganggu penampilan Anda sebagai pemateri presentasi. Audiens pun akan merasa terganggu. Maka berlatihlah untuk menghilangkan kebiasaan gerakan yang tidak perlu sehingga presentasi Anda kian memukau.

3- Tidak Melakukan Kontak Mata

Kontak mata membuktikan Anda sungguh-sungguh memperhatikan audiens. Memang tidak mudah melakukan kontak mata jika seorang presenter mengalami kegugupan, atau merasa inferior di depan audiens. Satu-satunya cara adaah dengan menguasai materi presentasi dan berlatih presentasi terlebih dahulu sebelum tampil.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , ,

Post a comment