3 Prinsip Presentasi Data

Judul 3 Prinsip Presentasi Data ini saya rangkum dari buku Presentation Zen Design, tulisan guru saya Garr Reynolds, salah seorang pembicara dunia juga sekaligus profesor di Kansai Gaidai University Osaka. Alangkah keren kalau kita belajar sesuatu pada ahlinya. Garr Reynolds menjelaskan dengan gamblang apa saja 3 prinsip presentasi data supaya performa kita kian optimal, data kita mudah dipahami dan audiens mengerti alur presentasi kita. Tak perlu berlama-lama, yuk kita bahas 3 prinsip presentasi data berikut ini:

1- Restrain

Arti “restrain” dalam bahasa Indonesia adalah menahan atau mencukupkan diri. Dalam presentasi data, seringkali kita memasukkan semua data ke dalam slide. Kita tidak berusaha menahan atau membatasi data tersebut, dengan alasan semuanya perlu dan penting. Padahal jika kita memasukkan semua ke dalam slide dengan alasan semuanya penting, maka sebenarnya tidak ada yang penting di dalam slide kita. Itu pendapat Garr reynolds dalam buku Presentation Zen Design.

Grafik dan tabel menurut Garr Reynolds sudah sangat sulit untuk dipahami audiens dengan detail. Maka selain menahan diri untuk tidak menambahkan data-data yang kurang perlu, presenter juga harus memperhatikan elemen lain di dalam slide yang membuatnya kian padat. Logo perusahaan, footer, elemen dekoratif seperti clipart juga bisa membuat slide kita kian padat. Alangkah lebih baik hal-hal tersebut dihilangkan dari slide yang berisi data, sehingga audiens terfokus pada visualisasi data dan presentasi kita.

Contoh Restrain, jika sudah ada angka pada grafik, tidak perlu ada skala.
Contoh Restrain, jika sudah ada angka pada grafik, tidak perlu ada skala.

2- Reduce

“Reduce” atau mengurangi artinya menghilangkan data-data skunder yang kurang mendukung presentasi Anda. Misalnya Anda mempresentasikan perkembangan produksi perusahaan dari tahun 2011 sampai 2015, maka cukup data 5 tahun itu saja yang kita tampilkan. Jika ada tahun-tahun sebelumnya, misal 2009, atau 2010 maka lebih baik dihilangkan saja.

Fungsi pengurangan data selain membuat presentasi kita kian efektif, juga membuat data kita tidak “liar”. Misalnya, kita tetap menampilkan data 2009 dan 2010 padahal yang kita bahas adalah tahun 2011 sampai 2015, lalu ada audiens yang menanyakan data di tahun 2009 atau 2010 yang tidak kita kuasai. Inilah yang dimaksud data liar. Data yang membuat performa presentasi kita diragukan. Maka untuk menjamin presentasi kita berjalan dengan lancar, lebih baik kita minimalisir data-data diluar pembahasan presentasi.

Contoh slide sebelum di-reduce dan setelah reduce.
Contoh slide sebelum di-reduce dan setelah reduce.

3- Emphasize

Hal terakhir dari 3 prinsip presentasi data adalah “Emphasize” atau memberi penekanan. Salah satu hal yang coba kita hindarkan dari audiens adalah over-reading atau membaca slide terlalu lama sehingga mereka kehilangan momen presentasi kita. Fungsi emphasize adalah memberikan penegasan data mana yang menjadi titik berat pembahasan presentasi. Jika Anda menjelaskan grafik, maka Anda bisa membuat warna yang berbeda pada bagian pokok grafik penjelasan Anda. Jika Anda menampilkan tabel, Anda bisa membuat highlights atau background warna yang berbeda di dalam kolomnya. Emphasize memudahkan audiens terfokus pada poin pembahasan kita.

Contoh Emphasize, warnai berbeda di pokok pembahasannya.
Contoh Emphasize, warnai berbeda di pokok pembahasannya.

Nah, inilah 3 prinsip presentasi data yang saya kutip dari buku Presentation Zen Design, semoga bermanfaat bagi Anda… Dan kita pun bisa sama-sama memperdalam 3 prinsip presentasi data ini dalam workshop infografis Amazing Slide MiniMAX. Silakan menghubungi Bu Isti di nomor 0857 3333 0407 untuk penawaran istimewanya.

Salam Amazing.

Klik untuk download contoh before after lainnya dari Pakar Slide.
Klik untuk download contoh before after lainnya dari Pakar Slide.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISI DULU YA * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.